Lompat ke isi utama

Berita

Gelar "Jumat Sehati", Bawaslu Pangandaran Dorong Staf Kerja dengan Hati dan Integritas

Screenshoot : Jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pangandaran mengikuti kegiatan Gerakan "Jumat Sehati" dengan agenda Tausyiah/Pembinaan Mental yang di gelar secara daring, pada Jumat pagi (31/7/2026).

Screenshoot : Jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pangandaran mengikuti kegiatan Gerakan "Jumat Sehati" dengan agenda Tausyiah/Pembinaan Mental yang di gelar secara daring, pada Jumat pagi (31/7/2026).

Pangandaran — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran kembali menggelar kegiatan "Jumat Sehati" yang dirangkaikan dengan Tausyiah dan Pembinaan Mental secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (31/7/2026). Agenda ini dilaksanakan guna memperkokoh nilai-nilai spiritual, integritas, serta profesionalisme seluruh jajaran staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pangandaran dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan.

Hadir sebagai pemateri, Saudara Lili Hasanudin, menyampaikan tausyiah bertema kesadaran diri dan refleksi kehidupan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya memahami empat keniscayaan hidup agar setiap jajaran pengawas dapat berdamai dengan diri sendiri serta meningkatkan kualitas hidup maupun kinerja profesi.

Poin pertama yang disoroti adalah mengenai rasa lelah atau kesusahan. Mengutip ayat Al-Qur'an (laqad khalaqnal insana fi kabad), Lili menjelaskan bahwa manusia memang diciptakan dalam keadaan bersusah payah. Oleh karena itu, kelesuan, tekanan kerja, hingga urusan personal adalah hal yang wajar.

"Rasa lelah tidak perlu dilawan secara reaktif. Ibarat orang yang sedang dipijat, semakin kita melawan, justru akan semakin sakit. Nikmati, hayati, dan jadikan setiap lelah dalam menjalankan tugas sebagai ladang ibadah serta bekal kebaikan," ujarnya.

Poin kedua berkaitan dengan perubahan dan kedewasaan. Menurutnya, jika bertambahnya usia adalah kepastian fisik, maka kedewasaan sikap dan pola pikir adalah pilihan yang membutuhkan upaya sadar. Kedewasaan seorang aparatur tercermin dari kemampuannya mengelola emosi, bijak menghadapi tekanan kerja (mind chaos), serta pandai memilah hal-hal yang produktif dan bermanfaat.

Selanjutnya, poin ketiga membahas tentang sikap menghadapi gunjingan atau pandangan orang lain. Mengingat tugas pengawasan pemilu sering kali berada di bawah sorotan publik, Lili mengingatkan pentingnya menerapkan dikotomi kendali (konsep kendali diri).

"Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang, bahkan para Nabi pun tak lepas dari ujian fitnah. Fokuslah pada apa yang bisa kita kendalikan—seperti pikiran, tindakan, dan integritas kerja kita sendiri—serta abaikan hal-hal di luar kendali kita. Keberadaan kita diukur dari sejauh mana kita memberi manfaat bagi sesama," tegasnya.

Sebagai penutup, poin keempat mengingatkan peserta akan keniscayaan kematian (kullu nafsin dzaiqatul maut). Kesadaran bahwa kematian bisa datang tiba-tiba hendaknya menjadi pemicu bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk terus berbuat baik, menjaga amanah, dan memaksimalkan pengabdian sebelum kembali kepada Sang Pencipta.

Melalui kegiatan "Jumat Sehati" ini, Bawaslu Kabupaten Pangandaran berharap seluruh jajaran kesekretariatan dapat terus merawat kesehatan mental dan spiritualnya, sehingga mampu menjalankan fungsi pengawasan pemilu dengan jujur, adil, dan penuh tanggung jawab.

Penulis : Lisna Trisnawati

Foto: Humas Bawaslu Pangandaran