Merawat Demokrasi Lewat Cermin Kritis: Hubungan Sinergis Bawaslu dan Media
|
Bawaslu Kabupaten Pangandaran menjadi tuan rumah kegiatan Diskusi Media "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang Lima Tahun" yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia, Kamis (3/9/2026), bertempat di LuxCamp by Horison Pangandaran. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty dan Totok Hariyono, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Muamarulloh, jajaran Bawaslu Kabupaten Pangandaran, serta insan media.
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kabiro Hukum Humas Bawaslu RI, Agung Bagus Gede Bhayu Indraatmaja. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan bahwa Bawaslu telah melewati berbagai dinamika dan peristiwa dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu. Oleh karena itu, diskusi media menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus membuka ruang dialog bersama insan media.
Selanjutnya, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Muamarulloh, menyampaikan sambutan selaku tuan rumah. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta di Kabupaten Pangandaran dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat serta menjadi ruang untuk berdiskusi dan bertukar pandangan.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, menekankan pentingnya independensi jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, keberpihakan jurnalis harus berada pada kebenaran. Jurnalis bukan sekadar sebuah profesi, tetapi memiliki peran penting sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.
Totok menjelaskan bahwa jurnalis memiliki peran yang berbeda dengan intelijen maupun preman. Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis melakukan investigasi terhadap suatu peristiwa, mengelaborasi informasi, memberikan sudut pandang, kemudian menyampaikannya kepada publik. Menurutnya, peran tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu tidak dapat menilai dirinya sendiri. Penilaian terhadap kinerja Bawaslu pada akhirnya akan diberikan oleh publik. Karena itu, Bawaslu akan terus berupaya memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi bersama insan media, terlebih menjelang berakhirnya masa kepemimpinan Bawaslu saat ini.
Lolly berharap refleksi bersama tersebut dapat melahirkan kejujuran dan evaluasi yang konstruktif. Ia menegaskan bahwa Bawaslu ingin membangun hubungan yang baik dengan media tanpa menghilangkan daya kritis jurnalis.
“Kami ingin media berteman dengan Bawaslu tanpa menghilangkan daya kritis. Kami membutuhkan masukan yang kritis untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,” ujar Lolly.
Lebih lanjut, Lolly menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif tidak boleh hanya diukur berdasarkan angka atau jumlah kegiatan. Bawaslu terus mendorong agar pengawasan partisipatif dapat memberikan dampak nyata bagi demokrasi.
Dalam konteks manajemen krisis, Lolly mengatakan bahwa Bawaslu telah menyiapkan mekanisme yang diperlukan, termasuk memastikan kepada siapa wartawan dapat memperoleh informasi ketika terjadi suatu persoalan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam menjaga keterbukaan informasi dan komunikasi publik.
Lolly juga menegaskan bahwa Bawaslu memiliki tugas untuk memperkuat demokrasi. Dalam demokrasi, tidak boleh terdapat diskriminasi. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bawaslu telah meluncurkan Pokja PPKS di Lingkungan Bawaslu.
Di akhir penyampaiannya, Lolly menegaskan pentingnya komitmen bersama antara Bawaslu dan insan media dalam menjaga serta memperkuat demokrasi ke depan. “Kami ingin mendapatkan masukan yang kritis. Kami membutuhkan komitmen bersama untuk demokrasi ke depan,” pungkasnya.
Penulis : Ihsan Ali
editor : Viky Noviandi
Foto: Humas