Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kapasitas SDM Aparatur, Bawaslu RI Gembleng Kompetensi Aparatur Sekretariat Se-Indonesia

Deputi Bidang Administrasi Bawaslu, La Bayoni, saat menutup Program Penguatan Kapasitas Kesekretariatan Bawaslu Gelombang I hingga III Tahun 2026 secara daring, Rabu (8/7/2026).

Deputi Bidang Administrasi Bawaslu, La Bayoni, saat menutup Program Penguatan Kapasitas Kesekretariatan Bawaslu Gelombang I hingga III Tahun 2026 secara daring, Rabu (8/7/2026).

Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi menutup Program Penguatan Kapasitas Kesekretariatan Gelombang I hingga III Tahun 2026 secara daring pada Rabu (8/7/2026). Langkah strategis ini digelar untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesekretariatan dalam menyambut dan mendukung kelancaran seluruh tahapan Pemilu dan Pemilihan 2029.

Deputi Bidang Administrasi Bawaslu, La Bayoni, menegaskan pentingnya posisi sekretariat sebagai unsur pendukung (supporting system) utama yang menentukan keberhasilan tugas-tugas pengawasan di lapangan.

"Peran sekretariat sangat penting sebagai unsur pendukung pengawasan. Terlebih, kita akan menghadapi berbagai persiapan menuju tahapan Pemilu dan Pemilihan 2027," ujar pria yang akrab disapa Boy tersebut saat menutup acara secara resmi.

Boy menjelaskan bahwa program penguatan kapasitas ini merupakan kebutuhan organisasi yang telah dirancang secara matang. Ia berharap seluruh materi yang diberikan dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta integritas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Bawaslu.

"Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempraktikkan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh selama pelatihan ke dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbang) Bawaslu, Roy M. Siagian, memaparkan bahwa para peserta telah dibekali kurikulum yang komprehensif. Materi pelatihan meliputi perjalanan pengawasan pemilu di Indonesia, fasilitasi pengawasan, penanganan pelanggaran, hingga penyelesaian sengketa proses.

Selain itu, peserta juga mendalami pemahaman terkait pemetaan kerawanan pemilu, pengembangan kompetensi SDM, serta prinsip dan etika penyelenggara pemilu.

"Melalui kurikulum tersebut, diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta terhadap tugas dan fungsi organisasi, serta memperkuat peran sekretariat sebagai unsur supporting system yang memberikan dukungan administratif maupun operasional," jelas Roy.

Program Penguatan Kapasitas Kesekretariatan Bawaslu Tahun 2026 ini diikuti oleh 1.680 staf PNS dari Sekretariat Bawaslu tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran mandiri dan pembelajaran jarak jauh.

Editor : Lisna Trisnawati

Sumber : Bawaslu RI