Lompat ke isi utama

Berita

Persiapkan Pemilu 2029, Bawaslu Evaluasi SDM dan Kesehatan Mental Pegawai

Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait saat memberikan arahan pada Rapat Pembinaan dan Evaluasi secara daring, Senin (27/7/2026).

Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait saat memberikan arahan pada Rapat Pembinaan dan Evaluasi secara daring, Senin (27/7/2026).

Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah strategis memperkuat kelembagaan menjelang tahapan Pemilu 2029. Evaluasi ini berfokus pada penataan manajemen pegawai, pemerataan distribusi SDM, serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat.

Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menyampaikan bahwa kesiapan organisasi secara menyeluruh menjadi kunci utama dalam menghadapi agenda pemilu mendatang. Salah satu isu utama yang tengah menjadi perhatian adalah tingginya permintaan mutasi pegawai.

”Ada tiga agenda besar yang akan dilakukan Bawaslu. Pertama, pembentukan kondisi kerja mandiri baru. Kedua, perubahan secara terbatas terkait SOTK (struktur, organisasi, dan tata kerja). Ketiga, pengusulan tunjangan kinerja yang terbaru,” ujar Ferdinand dalam Rapat Pembinaan dan Evaluasi yang digelar secara daring pada Senin (27/7/2026).

Untuk menjaga keseimbangan penempatan pegawai di seluruh wilayah, Ferdinand menegaskan bahwa setiap perpindahan pegawai yang masuk ke lingkungan Bawaslu wajib melalui proses pemetaan (mapping) dan profiling. Langkah ini diambil untuk memastikan pegawai yang bergabung memiliki kompetensi, karakter, dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Selain penataan struktur dan kapasitas teknis, Bawaslu juga menaruh perhatian khusus pada kesehatan mental para pegawai. Mengingat tingginya beban kerja selama tahapan pemilu yang berpotensi memicu stres dan kecemasan, Bawaslu menyiapkan mekanisme penanganan risiko serta menerapkan pola kerja yang lebih adaptif.

Sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat dan kondusif, Bawaslu akan menerapkan metode evaluasi penilaian 360 derajat. Skema ini diharapkan dapat memperkuat kualitas kepemimpinan, merawat hubungan antarpegawai, serta menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan bebas dari gangguan kenyamanan kerja.

Editor : Lisna Trisnawati