Siapkan SDM Adaptif dan Akuntabel, Bawaslu Jabar Gelar Orientasi Bagi 249 PPPK
|
Pangandaran — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat resmi membuka kegiatan orientasi bagi 249 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu se-Jawa Barat, Selasa (8/7/2026).
Sebanyak 7 orang staf PPPK Bawaslu Kabupaten Pangandaran turut mengikuti sesi pembukaan tersebut secara daring di Kantor Bawaslu Kabupaten Pangandaran.
Pelaksanaan orientasi yang berlangsung serentak di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota ini dijadwalkan berjalan mulai 8 hingga 29 Juli 2026. Guna mengoptimalkan materi, pelatihan dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang I dilaksanakan pada 8–15 Juli 2026, sementara Bawaslu Kabupaten Pangandaran dijadwalkan mengikuti Gelombang II pada 22–29 Juli 2026.
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Zacky M. Zam Zam, menegaskan bahwa perubahan status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diimbangi dengan perubahan pola pikir (mindset), perilaku, dan tanggung jawab pelayanan publik.
"Orientasikan diri sebagai bagian dari abdi negara di Bawaslu. Jaga sikap, perilaku, dan nilai etik karena masyarakat akan melihat saudara sebagai wajah kelembagaan Bawaslu," ujar Zacky.
Zacky juga memberikan peringatan keras terkait disiplin dan integritas. Ia mewanti-wanti agar peningkatan kesejahteraan para aparatur tidak justru memicu perilaku destruktif yang merusak citra lembaga, seperti keterlibatan dalam praktik judi daring (online).
"Saya tidak ingin pertambahan pendapatan justru disia-siakan dengan tindakan yang tidak etis. Tingkatkan kapasitas, jaga amanah, dan persiapkan diri menghadapi jenjang karier berikutnya," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Barat, Widodo Wuryanto, menambahkan bahwa jajaran sekretariat memiliki peran strategis dalam menopang pengawasan pemilu melalui tata kelola administrasi, keuangan, SDM, dan hukum yang tertib. Menurutnya, kualitas demokrasi sangat bergantung pada kejujuran dan profesionalisme aparatur di lapangan.
Selama masa orientasi, para peserta dibekali materi yang berfokus pada penguatan kompetensi, budaya kerja, disiplin, serta nilai-nilai dasar ASN (Core Values BerAKHLAK). Melalui kegiatan ini, Bawaslu Jawa Barat berharap dapat melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, akuntabel, dan berintegritas tinggi dalam mengawal tahapan kepemiluan mendatang.
Penulis dan Editor : Lisna Trisnawati