Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pangandaran Menyapa Siswa SMKN 1 Padaherang, Ajak Pemilih Pemula Jadi Pengawas Partisipatif

sapa

Bawaslu Kabupaten Pangandaran melaksanakan sosialisasi kepemiluan kepada siswa SMKN 1 Padaherang melalui program Bawaslu Pangandaran Menyapa. (15/10)

Pangandaran - Bawaslu Kabupaten Pangandaran melaksanakan sosialisasi kepemiluan kepada siswa SMKN 1 Padaherang melalui program Bawaslu Pangandaran Menyapa. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa kelas XII sebagai upaya meningkatkan pemahaman pemilih pemula mengenai kepemiluan dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Padaherang, Bapak Heri, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Pangandaran atas terselenggaranya sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada para siswa mengenai pemilu dan pentingnya peran generasi muda dalam demokrasi.

Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi kepemiluan sangat tepat dilaksanakan bagi siswa kelas XII, mengingat sebagian siswa akan segera mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL). Selain itu, SMKN 1 Padaherang telah melaksanakan pemilihan ketua OSIS secara elektronik selama tiga tahun terakhir dengan menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh siswa jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi dan kreativitas siswa yang patut diapresiasi.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Ade Ajat Sudrajat, menyampaikan pentingnya membangun kesadaran politik sejak dini agar para siswa dapat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa Pemilu 2029 menjadi momentum penting bagi para siswa untuk menggunakan hak pilihnya. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa setiap suara memiliki konsekuensi terhadap arah kebijakan dan masa depan bangsa.

Ade juga mengingatkan para siswa mengenai bahaya politik uang yang dapat merusak kualitas demokrasi. Menurutnya, pemilih harus menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan karena imbalan atau kepentingan sesaat.

“Adik-adik harus menjadi pemilih yang cerdas, mampu menentukan pilihan secara selektif, serta tidak terlibat dalam praktik politik uang. Selain itu, adik-adik juga harus menjadi pengingat bagi diri sendiri dan keluarga agar tidak terjerumus dalam praktik yang dapat merusak demokrasi,” pesannya.

Ade juga menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi salah satu upaya Bawaslu untuk memastikan para siswa yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029. Ia mengimbau siswa untuk memeriksa status kepemilihan melalui layanan daring, seperti Cek DPT Online, agar dapat memastikan namanya terdaftar sebagai pemilih.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pangandaran, Gaga Abdilah Sihab, turut mengajak para siswa untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu, dimulai dari hal sederhana, yakni memastikan hak pilihnya telah terdaftar dalam daftar pemilih.

Ia menekankan bahwa meskipun nantinya para siswa bekerja atau tinggal di luar Kabupaten Pangandaran, mereka tetap perlu memastikan hak pilihnya dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Paling sederhana, adik-adik bisa melakukan pengecekan melalui DPT Online. Pastikan nama adik-adik terdaftar sebagai pemilih. Jangan sampai sudah memenuhi syarat untuk memilih, tetapi hak pilihnya tidak dapat digunakan karena belum terdaftar,” ungkap Gaga.

Selain itu, Gaga mengingatkan bahwa pemilu memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak. Pelanggaran terhadap ketentuan pemilu dapat dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat dalam proses demokrasi memiliki pengaruh terhadap masa depan bangsa. Oleh sebab itu, generasi muda harus memahami aturan kepemiluan serta berani mengambil sikap yang benar dalam menjaga integritas pemilu.

“Sebagaimana di sekolah terdapat aturan yang harus dipatuhi, dalam pemilu juga terdapat ketentuan yang wajib ditaati dan sanksi bagi pelanggarnya. Setiap langkah yang adik-adik ambil sesungguhnya turut menentukan masa depan diri sendiri dan negara,” tegasnya.

Penulis: Ihsan Ali

Editor: Vikyi Noviandi

Foto: Jejen Zaenal Hilmi